Postingan pendek gak jelas yang random sungguh.

Yak, sudah lama tidak entri, ini adalah postingan perdana saya di tahun 2010 ini. Sekalian mengucapkan selamat natal 2009 dan tahun baru 2010. Dan selamat-selamat lain yang malas kalo harus saya list satu-satu dari tanggal 1 Januari kemaren.

Kenapa saya lama tidak mengeluarkan entri baru?

Jawabannya adalah karena saya malas. Ya, malas, apa perlu saya tulis MALAS, dengan semua huruf kapital, dibold, dan diwarnai merah? Eh, sudah kadung ditulis. Malas ah, mau diganti.

Sebenarnya bukannya males. Cuma, saya emang bener-bener kehabisan inspirasi. Apa yang mau ditulis coba? Ketimbang saya maksain diri saya buat nulis sesuatu yang sama terus menerus. Entar jadinya saya malah kaya pembuat filem-filem Indonesia yang buat filemnya hantu diperkosa mulu.

Emang, belakangan, mood saya buat ngapa-ngapain hilang.  Buka komputer, cuma utak-atik sotosop sama browsing-browsing gajelas. Klik sana, klik sini. Reload bolak-balik karena page gabisa kebuka saking gakuatnya koneksi internet.  Koneksi Internet yang jalannya lebih lambat dari pertumbuhan ekonomi Ethiopia ini emang selalu buat saya kesel. Udah lambat, mau konek setengah mati pula. Dasar Flash Godek, Telkom tukang tipu!

Jadinya, sekarang saya entry mengisi kekosongan malam Senin ini, ketimbang nganggur. Sambil sesekali noleh kebelakang, ke TV yang lagi muter criminal minds episod ulangan yang udah pernah saya tonton sebelumnya, sambil nyeruput nescafe kalengan yang udah dibuka 2 hari yang lalu dan didiemin di kulkas, sambil makan chicken fillet pesenan tadi siang, sambil maenan pokemon platinum juga.

Gila, kemampuan Multitasking gua lebih handal daripada Microsoft! Selamat malam pagi dunia!

Quote of the Week #1

There is hope for the future because God has a sense of humor and we are funny to God.

(Bill Cosby)

Hell yeah, God is watching sitcoms.

How To #1 : Be an Infotainment Journalist

Warning: Pile of shitty text below is a satire. Better open up your mind before you read.

Yak! Kali ini saya ingin memberikan beberapa tips dan trik. Dan, di postingan tips dan trik yang pertama ini, saya akan mengajarkan bagaimana cara menjadi wartawan. Lebih tepatnya, menjadi wartawan infotainment.

Mungkin ada beberapa diantara kalian, yang kritis dan cerdas, yang bercita-cita jadi wartawan.  Mungkin, ada juga yang ingin jadi wartawan tapi kemampuannya kurang . Tapi tenang saja. Perkembangan globalisasi dan tren yang menguasai Indonesia telah membukakan jalan bagi kalian untuk tetap meraih cita-cita setinggi langit. Kalian akan tetap jadi wartawan, lebih tepatnya, wartawan infotainment.

Menjadi wartawan Infotainment, tentulah lebih menyenangkan. Selain penghasilan yang cenderung lebih besar, pendaftaran yang lebih mudah, anda juga akan selalu kebanjiran job, bahkan sampai malam hari, di depan rumah artis! Anda juga akan bisa bermain-main, ngobrol, bahkan memanipulasi selebritis! Wow, sungguh wow. Siapa sih yang tidak mau ngobrol sama selebritis?  Bahkan kalau sampai bisa mengendalikan obrolannya? Wow, benar-benar wow.

Berikut ini beberapa tips dan trik, supaya membuat dunia kejurnalisan infotainment kalian menyenangkan dan gempita!

YAAAAY!!

1. Ingatlah, kalian dilindungi.

Tidak perlu takut akan terjadi apa-apa dengan pekerjaan kalian. Kalian dilindungi oleh sebuah kekuatan tidak terlihat kok. Bukan, bukan jin atau malaikat pelindung, bukan juga kekuatan force yang superpower itu. Kekuatan ini namanya “kebebasan pers“. Bangsa Indonesia kan ngakunya pecinta dan pelaku demokrasi. Jadi, kekuatan ini cocok banget dengan kepribadian bangsa Indonesia yang bebas bersuara itu.

Sedikit contoh:

Artis : Saya merasa terganggu dengan pmberitaan anda bahwasanya saya tidur dengan pejabat. Saya akan  seret kasus  ini ke pengadilan dengan tuduhan perusakan nama baik saya!

Anda : Anda melanggar kebebasan pers saya! Mau kembali ke Orde Baru ya?!

Artis : (Tertunduk, menangis) Maaf-maafkan saya, saya yang salah, maaaaaf *Sesunggukan, Histeris*

DEFINITELY WIN!! 😀

Kekuatan ini sangat berguna untuk pekerjaan anda itu!

Dilecehkan? Gunakan!

Dipukuli bodyguard? Gunakan!

Dituntut? Gunakan!

Dilempari sepatu? Gunakan!

Semua orang yang merasa kesal dengan anda, pasti bisa anda kalahkan dengan ini. Dan, kalau ybs. masih kesal, balas bawa mereka ke pengadilan! Bilang mereka melanggar kebebasan pers. Dan, mereka sungguh akan bertelut dibawah anda !

Jadi ingat, kebebasan pers adalah senjata utama kalian. Laiknya pisau lipat victorinox wajib-nya setiap petualang dan swiss army itu, kebebasan pers adalah barang serbaguna kalian. Jauh lebih berguna dari mik, kamera, dan recorder bawaan anda.

2. Selalu ikuti artis dan public figure, dimanapun!

Tentu saja, wartawan infotainment memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan dunia keartisan dan Showbiz. Maka dari itu, kalian harus ikuti objek berita, kemanapun dia pergi! Meskipun begitu, ada dua model mengikuti artis, berikut dua modelnya :

a. Model Asassin

Assasin / pembunuh bayaran, haruslah bisa membunuh objeknya dengan cara semisterius mungkin, seefisien mungkin, dan setertutup mungkin. Yang jelas, jangan sampai si target mengetahui tujuan kita.

Disini juga demikian, meskipun kita bukannya ingin membunuh artis-artis dan public figure itu, bisa-bisa, nanti kita yang jadi bahan berita.

Yang harus kita lakukan adalah mencari berita dengan cara apapun, yang jelas jangan sampai ketahuan oleh si target. Mirip dengan caranya papparazi. Bedanya, kita gak cuma ngambil foto aja, tapi juga rekaman suara hasil penyadapan,  video skandal, dan lain-lain. Seandainya tidak berhasil, kita boleh menciptakan berita sendiri dengan kemampuan membesar-besarkan masalah khas Indonesia.

Hidup Indonesia!!!

Tapi patut diingat, cara ini biasanya hanya dilakukan oleh wartawan infotainment yang pro. Jadi, buat yang masih newbie, jangan dicoba!

b.  Hajar bleh style

Yang ini, buat kalian yang masih pemula. Biasa kan, kita lihat di TV, orang-orang mengerubungi artis-artis itu, membawa kamera, alat perekam, mik, dkk itu,  sambil menghujani mereka dengan pertanyaan? Nah, itu contoh nyata dari “hajar bleh style” ini. Kalian harus terus dengan konsisten mengejar mereka. Kejar mereka saat keluar dari mobilnya, kejar mereka saat berjalan dengan pacar barunya, kejar mereka sampai ke depan rumahnya, jika tidak dibukakan pintu, mangkallah didepan pintu rumahnya. Yang jelas, tidak perlu takut, kalian sudah dilindungi oleh poin no.1 diatas.

Sekarang, kalian bisa juga menguntit artis lewat situs-situs jejaring sosial. Misalnya Facebook, Twitter, dsb ! Cara ini, terbukti efisien, dan mudah. Meskipun untuk mengulik berita lebih sulit memang.

Apalagi, kalau kalian dilecehkan lewat fasilitas-fasilitas ini, kalian punya senjata mematikan! Namanya UU ITE! Dengan ini, kalian sudah kebal dari yang namanya pencemaran nama baik. Sebab, kalian bisa balas melaporkan balik mereka ke pengadilan, atas tuduhan pencemaran nama baik.

Rules were never this good before…

3.Bawa peralatan kalian, dimanapun, dan kapanpun!

Kalian enggak tahu akan apa yang bakalan kalian dapatkan. Jadi ya, selalu bawa alat kalian, kemanapun saja. Siapa tahu saat sedang jalan-jalan bersama keluarga, ada objekan bagus? Lupakan keluarga, pikirkan kantong anda!

YEAAAAAH!

4. Selalu kreatif !

Gunakan segala cara untuk mendapat berita. Termasuk menciptakan berita itu sendiri. Maka dari itu, siapkan segala cara untuk menciptakan berita. Apapun itu. Mula kalian hina, kalian senggol, sampai kalau perlu, barangkali, kalian lecehkan. Jebak mereka setiap saat, jangan mau kalah. Kalian kan beramai-ramai. Musuhnya paling cuma satu.

Anda juga bisa lebih kreatif dalam mencari uang. Misalnya dengan cara mengancam artis yang kita dapatkan beritanya. Seandainnya dia tidak mau berita skandal-nya keluar, ancam! Dengan begitu, pemasukan tambahan mengalir ke kantong anda :D!

Atau, anda bisa jadi jurnalis freelance, cari pihak yang mau membeli berita anda dengan harga termahal. Ini adalah taktik untuk mendapat uang lebih banyak lagi.

Terakhir, jadilah kreatif dalam menulis berita. Tambahkan bumbu-bumbu sendiri, supaya terasa lebih pedas, lebih heboh, lebih WOW! Ingatlah, setelah berita masuk ke anda, tidak ada kewajiban untuk keluar sesuai versi aslinya :D!

PENERAPAN

Sekarang contoh penerapannya, diambil dari 4 poin diatas.

-Bawa peralatan kalian.

-Kejar artis ibukota

-Sodok kepala anak pacar artis ibukota tersebut dengan kamera

-Buat dia marah

-Sekarang, cek twitter artis tersebut

-Jika dia sudah memaki-maki anda, anda menang! Gunakan UU ITE untuk melaporkan artis tersebut ke pengadilan!

-Artis tersebut balas melapor? Gunakan kekuatan “kebebasan pers”

VOILA! Anda menang!

Mudah kan, menjadi wartawan infotainment? Hanya dibutuhkan kegigihan dan tekad yang luar biasa, serta ke-kreatifan untuk menjalankannya 😀

Demikian tips menjadi wartawan infotainment dari saya. Semoga membantu kalian untuk hidup di rimba media yang ganas!

Welcome to the jungle baby!!

n.b: Mencoba nulis satir, terinspirasi dari postingannya Adip yang ini. Dan, untuk para wartawan infotainment yang kebetulan baca, tolong jangan bawa saya ke pengadilan dengan UU ITE. Tolong-tolong jangan. Saya cuma anak kelas 2 SMA biasa, bukan fans Luna Maya, tolong jangan.


PUKUNYA ALAY najis!

Barusan nemuin ginian di facebook.  Sepintas cukup mirip dengan ini.

Konyol, sumpah.

Ada sesuatu yang lucu saat saya coba membacanya.  Rasanya, seperti menikmati acara hujat-hujatan yang biasa dilakukan kalo arisan ibu-ibu udah lepas kontrol ngegosip-nya.

Entar sampe hujat-hujatan suami, mulai kerjaannya, gajinya, berlanjut sampai saling menghina anak, dsb-dsb.

Ini juga sama, mulai dari hujat rambut, foto, dan berlanjut sampai ke pacar.

I mean, rambut gitu loh. Mau di-gimanain juga terserah yang punya to. Emangnya ada yang mau ya kalo diginiin:

“Rambut lo itu loh, model Harajuku EMO, gak banget sih. PUKUNYA najis deh rambut lo!”

Saya gak mau, atau lebih tepatnya gak akan peduli kalau ada yang bilang gitu ke saya.  Ah ya, dan rambut saya tidak bergaya Harajuku EMO.

Memang, facebook belakangan ini dipenuhi gerakan -gerakan. Mulai dari video, gambar yang emang beneran “bergerak”, gerakan massa intraweb serius semacam dukung KPK dan dukung Prita Mulyasari, sampai gerakan konyol semacam ANTI ALAY, F*ck HARAJUKU EMO, dan EVAN BRIMOB.

Beberapa dari mereka yang gabung di gerakan-gerakan ini bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi, apa yang mereka hujat dan hina, mereka dibutakan oleh subjektivitas, dan dorongan mayoritas yang tentunya,  menutup gelap daya nalar mereka.

Dalam kasus ALAY misalnya. I mean, ALAY bukanlah menulis dengan huruf besar kecil tanggung, atau foto narsis dan editannya ga bagus-bagus amat. Itu kan seenaknya sendiri.  Toh, kalo yang foto narsis cantik dan kaya ya ga bakalan dibilang ALAY.

Jujur, saya gak menyukai orang yang tulisannya besar kecil memusingkan. Saya juga tertawa melihat orang yang kalau foto pose-nya aneh-aneh, sok monyong lah. Tapi, itu kan gaya mereka, biarkan mereka berekspresi dude, biarkan mereka pakai gaya mereka.

IMO, Istilah ALAY dan sebagainya itu cuma bentuk penyamaran kata-kata untuk menghina pihak-pihak yang mereka rasa Inferior, dibandingkan mereka.

Sampai sekarang, saya masih belum tahu pasti, apa itu ALAY. Jadi, saya gak pernah memakainya. Sebab, akan membuat kita terlihat bodoh, seandainya kita ditanyai orang definisi akan suatu kata yang kita gunakan berulang-ulang, dan kita menjawab dengan diawali “setahuku…….”.

Ironisnya, mereka yang seringkali menghujat orang sebagai ALAY sendiri kadang tidak tahu menahu arti kata yang sudah puluhan, bahkan ratusan atau ribuan kali keluar dari mulutnya. Kata yang dibangga-banggakan.

Mereka para manusia yang berlagak dewa, yang tidak mau jadi terhujat tapi menghujat, ampunilah mereka ya Tuhan.

Akhir kata, akan saya tutup dengan sebuah kuotasi klasik, dari…. Dari siapa ya? Sudah terlalu banyak yang mengatakan ini sih.

“Barangsiapa yang merasa tidak pernah berdosa, silahkan lempari wanita ini dengan batu.”

n.b: Was writing this while eating KFC’s colonel burger. Fattening yet delicious. Junk food FTW!

Sulit mengkopi

Semua orang, punya gaya-nya masing-masing. Tidak terkecuali saya.

Pada awalnya, saya menulis blog karena suka membaca buku-nya Raditya Dika. Terus, saya mbuat blog, tahun lalu.

Dan blog itu gagal dengan sukses-nya.

Sekarang, saya mencoba buat lagi, setelah terinspirasi ama blog-nya senpai-senpai saya, Xaliber, Eyang Goen, Kopral Geddoe, dan LSS disini.

Pada akhirnya, saya sadar. Saya bukanlah siapa-siapa dihadapan mereka.

Sumpah, gaya menulis mereka unexplainable,  kontemplatif, dalam, dan tentu saja out of my reach.

Sampai saya nangis darah pun, saya gak akan bisa jadi seperti mereka. Sungguh, mereka terlalu hebat. Hiperbolisnya, mereka laiknya Nordic God yang meskipun mortal, tetep saja, godly.

Maka dari itu, saya putuskan untuk menulis dengan gaya saya, ancur, seenaknya, brutal.

Yang jelas, tulisan saya bakalan lebih banyak komedi-nya dari mereka. Soalnya itu gaya saya, dipenuhi sarkasme, satire atau humor jayus yang menyebalkan dan samasekali gak lucu.

Saputangan

Warning: Do not read while you are eating and/or drinking.

Saya selalu pilek.

Ya, saya SELALU pilek, dengan kata selalu warna merah yang di-bold.

Entah mengapa, hidung saya bagaikan sumur, sumur ingus yang tiada pernah berhenti. Seandainya ingus yang saya keluarkan bisa ditukarkan dengan uang, mungkin saya sudah berhenti sekolah dan membuka perusahaan. Sayangnya, gak akan ada yang mau beli ingus.

Maka dari itu, saya sangat bersyukur dengan diciptakannya sepotong kain persegi, tipis, multifungsi yang superserbaguna. Benda itu adalah, saputangan, atau bahasa inggrisnya, handkerchief (Sok Inggris).

Mungkin, sebagian besar orang menggunakan saputangan untuk menghapus keringat. Di dahi, atau dimanalah itu, biar si saputangan bisa fungsional. Tapi, kalau saya, saputangan itu temannya ya hidung beserta lubangnya. Serasa roti dan selai kacang, pasangan sejati. Pergi kemana-mana dengan membawa saputangan menjadi sebuah kewajiban.

Disaat hidung mulai tak nyaman, keluar deh saputangan andalan, menjadi korban “SROOOT”-nya hidung (Suara orang buang ingus, ceritanya). Hidung kembali lega, hidup jadi ceria.

Pernah nonton film dimana kalau ada seorang wanita menangis, sang pria memberikan saputangannya untuk menghapus air mata si wanita?

Pada akhirnya mereka pacaran, kawin, lalu bulan madu ke pantai kuta *ngawur*.

Jadi, untuk saya, strategi “memberi saputangan sudah pasti tidak berhasil. Bayangkan saja, saat ada gadis menangis, saya beri saputangan berlumuran ingus, nantinya saya bukannya akan pacaran, saya akan masuk penjara.

Meskipun begitu, saya mau bilang, yang menciptakan saputangan is simply a genius. Penemuannya yang sederhana itu udah buat hari-hari saya lebih praktis (dulu, sebelum saya biasa pake saputangan, saya pake tisu toilet gulungan itu buat pilek, jelas repot, dan menyusahkan yang di kamar mandi, seandainya tisu-nya habis). Saya cuma mau memuji orang itu, dengan segenap hati dan ketulusan saya *halah*.

Ah ya, ada yang tau gak sih, penemu saputangan? Kalau ada yang tahu, email ke saya ya, nanti, saya kasih cendol 😀

Hello world! (EDITED)

“Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!”

Tanpa saya tahu, tiba-tiba sudah ada postingan ini di blog saya, postingan pertama.

Tapi benar, ini adalah hal yang seharusnya dilakukan seorang pembuat blog, memperkenalkan diri.

Dan karena saya adalah manusia yang baik budi serta beretika, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Happy, biasa juga dikenal dengan web-aliases: Rasputin, Don Retarded, atau juga Retarded As Ever. Bukannya mengapa saya pakai web alias, namun, nama saya yang kebetulan sama dengan adjective ini, agak membuat repot dalam prosesi pendaftaran sesuatu, facebook, blogging, bahkan pembuatan email sekalipun.

Selebihnya tentang saya, silakan dipahami dan dimengerti sendiri lewat postingan-postingan saya.

“Hope you’ll keep reading, guys.”